Copyright © 2015 Panji Ploembond All Rights Reserved. Powered by Blogger.

Sunday, June 17, 2012

Faktor Ekonomi, Membuat TKI Berangkat ke Luar Negeri

Ilustrasi

Tenaga Kerja Indonesia atau sering kita sebut TKI sering kita dengar sebagai jasa buruh dari Indonesia yang bekerja di luar negeri, tidak heran dengan banyaknya TKI dan TKW yang berangkat ke luar negeri membuat mereka disebut sebagai pahlawan devisa karena dalam setahun bisa menghasilkan devisa 60 trilyun rupiah (2006) bagi negara Republik Indonesia. Biasanya para TKI yang berangkat ke luar negeri berasal dari daerah pedesaan, ekonomi desa yang tidak sebanding dengan ekonomi kota mendorong para penduduk desa untuk mencoba menjadi Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri diharapkan mereka bisa mendapatkan penghasilan yang mencukupi dan membantu perekonomian mereka. Tidak semua para TKI atau TKW yang berangkat ke luar negeri memiliki keahlian khusus seperti berkebun, memasak, menjahit atau lainnya, sehingga mereka tidak berbekal keahlian.

Hal itu membuat kekhawatiran bagi kita, Pusat Sumber Daya Buruh Migran (PSD-BM) dan Negara Republik Indonesia, bila ada TKI dan TKW yang nekad berangkat ke luar negeri tanpa berbekal keahlian khusus mau jadi apa mereka di negara yang ingin mereka datangi? Dikhawatirkan bila mereka tidak memiliki keahlian khusus mereka di luar negeri terutama TKW bisa menjadi jasa pekerja seks komersial, sangat ironis dan menyedihkan. Kita pasti tidak ingin para TKI terutama TKW yang berangkat keluar negeri disana mereka menjadi pekerja seks komersial karena mereka berangkat tidak memiliki keahlian, bukan? Apalagi bila mereka tidak mempunyai paspor? Pasti kita tidak ingin itu terjadi. Ada banyak faktor/gejala yang mendorong para TKI dan TKW ingin berangkat ke luar negeri antara lain yaitu:

1. Ekonomi
Ini yang paling sering menjadi faktor dan gejala keberangkatan TKI ke luar negeri yaitu ekonomi, mereka yang memiliki perekonomian rendah biasanya sering menjadi TKI dan TKW di luar negeri sehingga diharapkan mereka yang menjadi TKI di luar negeri bisa membantu perekonomian mereka di desa. Memang benar kebanyakkan para TKI yang berangkat ke luar negeri berasal dari pedesaan terutama yang memiliki perekonomian rendah.

2. Lapangan Pekerjaan di Indonesia yang Tidak Mencukupi
Lapangan kerja di Indonesia memang tidak terlalu banyak dan tidak sebanding dengan jumblah penduduk Indonesia yang memerlukan pekerjaan sehingga mereka memutuskan untuk menjadi TKI atau TKW ke luar negeri. Di desa mereka hanya bisa berkebun, berternak dan bertani sehingga menurut mereka itu tidak cukup untuk membantu perekonomian mereka. Padahal bila Pemerintah, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan pengusaha bisa mementingkan para warga Indonesia yang belum mendapatkan pekerjaan, mereka tidak jadi menjadi TKI di luar negeri.

Di daerah pedesaan kebanyakkan penduduknya bekerja sebagai berkebun, berternak dan bertani, berbeda dengan di kota yaitu mereka berkerja sebagai pekerja kantoran. Tentu saja ekonomi di desa dengan di kota berbeda, di desa kebanyakkan mereka perkekonomian berkecukupan sedangkan mereka di kota perekonomian cukup tinggi, sehingga para penduduk desa berinisiatif untuk merubah nasib mereka yaitu menjadi TKI ke luar negeri untuk merubah perekonomian mereka. Kita memang tidak melarang para TKI dan TKW pergi ke luar negeri, silahkan saja asalkan mereka bisa mandiri di negara yang ingin mereka datangi, mempunyai keahlian/keterampilan khusus dan bisa menjaga dirinya sendiri. Jangan sampai mereka mengalami perbuatan buruk oleh majikan disana, diperbudak bahkan membunuh. Jangan sampai seperti TKW yang terkenal yaitu Ceriyati yang bekerja sebagai TKW di Malaysia yang mencoba kabur dari lantai 15 apartemen majikannya karena tidak tahan akibat kekejaman majikannya, Ruyati yang membunuh majikannya di Arab Saudi sehingga dia dihukum pancung di Arab Saudi dan Darsem yang membunuh majikannya di Arab Saudi. Dan mereka sekarang yang masih bekerja menjadi TKI dan TKW di luar negeri semoga mereka baik-baik saja disana dan selamat, amin.

1 comment:

  1. dari judul sudah menarik apa yang mendorong menjadi TKI, nice post. lam kenal ya sob dan selamat ikut kontes, thanks

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Demi kemajuan blog ini silahkan anda berkomentar, tapi tolong jangan memberi komentar berupa:
- Sara
- Spam
- Jangan tinggalkan Link, baik AKTIF maupun TIDAK
- Menyinggung suatu agama, organisasi maupun perorangan

Jika ada komentar yang terbukti ada spam, link aktif maupun tidak, dan menyinggung suatu organisasi, agama maupun perorangan; akan segera saya hapus. Tolong, supaya anda berkomentar dengan bijak. Terima kasih.

 

Other Articles

Twitter Update