Copyright © 2015 Panji Ploembond All Rights Reserved. Powered by Blogger.

Thursday, May 10, 2012

Dihukum Lari, Siswa SMPN 10 Kota Cirebon Tewas

Khumaedi (13), siswa kelas VIII SMPN 10 Kota Cirebon tewas setelah dihukum fisik dengan cara berlari 15 kali mengelililingi lapangan karena tidak membawa pot bunga. - ilustrasi

INILAH.COM, Cirebon - Khumaedi (13), siswa kelas VIII SMPN 10 Kota Cirebon tewas setelah dihukum fisik dengan cara berlari 15 kali mengelililingi lapangan karena tidak membawa pot bunga.

Informasi yang berhasil dihimpun, Khumaedi yang biasa dipanggil Edi dijatuhi hukuman oleh gurunya, Windi karena tidak membawa pot bunga saat mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), Rabu (09/05/2012) lalu. Baru berlari beberapa kali putaran, Edi yang menjalani hukuman bersama tujuh siswa lainnya tersebut tiba-tiba terjatuh dan dari mulutnya keluar busa.

Edi yang tercatat sebagai warga Kanggraksan, Blok Curug, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon ini sempat dibawa ke ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebelum dilarikan ke RS Pelabuhan Cirebon. Namun, Edi meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit tersebut. Pihak keluarga pun mempertanyakan tewasnya Edi.

"Saya menerima laporan dari pihak sekolah pada Rabu sekitar pukul 12.05 WIB. Seorang guru datang ke rumah dan memberitahukan anak saya ada di RS Pelabuhan setelah pingsan. Namun saat sampai di rumah sakit, saya hanya menemukan jasad anak saya sudah terbungkus kain kafan dibawa menggunakan ambulance," ujar ibu Khumaedi, Mutuarah, Kamis (10/05/2012).

Pihak keluarga menyayangkan tindakan guru yang dinilai terlambat membawa korban ke rumah sakit. "Harusnya pihak sekolah tidak terlalu lama mengistirahatkan Edi di UKS," ujar Mutiarah.

Pembina OSIS SMPN 10 Kota Cirebon, Johandi yang sempat dimintai keterangan penyidik Polres Cirebon mengaku melihat Edi dibawa ke dokter Sofyan saat berlangsung pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), sekitar pukul 12.30 WIB.

"Karena Dokter Sofyan menyatakan tak sanggup menangani, Edi akhirnya dibawa ke rumah sakit," ujar Johandi.

Johandi mengaku, adanya hukuman bagi siswa yang melanggar aturan. Siswa yang terlambat dijatuhi hukuman scotch jump, bending, hingga push up sedikitnya dalam hitungan 10-20 kali.

Sementara Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP Didik Purwanto menyatakan, pihaknya tidak dapat menyelidiki kasus ini karena pihak keluarga Edi sudah mengeluarkan pernyataan yang tidak mengizinkan adanya otopsi terhadap jenazah Edi.

"Kami tidak dapat menyelidik kasus ini karena ada pernyataan ibu korban yang keberatan anaknya diotopsi," ujar Didik.

Saat disinggung adanya indikasi kelalaian guru dalam kasus ini, Didik menegaskan, kejelasan kasus masih akan diperdalam. Sejauh ini, pihaknya juga sudah memeriksa guru bersangkutan Windi dan Kepala SMPN 10 Yati untuk mengetahui ada tidaknya unsur kelalaian keduanya.

Sumber: http://www.inilahjabar.com/read/detail/1859971/dihukum-lari-siswa-smpn-10-kota-cirebon-tewas

No comments:

Terima kasih sudah berkunjung. Demi kemajuan blog ini silahkan anda berkomentar, tapi tolong jangan memberi komentar berupa:
- Sara
- Spam
- Jangan tinggalkan Link, baik AKTIF maupun TIDAK
- Menyinggung suatu agama, organisasi maupun perorangan

Jika ada komentar yang terbukti ada spam, link aktif maupun tidak, dan menyinggung suatu organisasi, agama maupun perorangan; akan segera saya hapus. Tolong, supaya anda berkomentar dengan bijak. Terima kasih.

 

Other Articles

Twitter Update